Puisi Ibu
KERINDUANKU
Karya: Sri Wahyuni
Kala Sang Surya tenggelam
Aku termenung di bawah sinar Rembulan
Menatap bintang dengan penuh pengharapan
Menyapa langit dengan penuh keinginan
Hayalku kian berlabuh
Menyelami palung bayangan yang keruh
Menyusuri tapak yang tak lagi nampak
Sebab takdir yang tak dapat dielak
Kala daksanya tak lagi bergerak
Kalbuku berteriak
Air mataku mengalir deras
Memandanginya tanpa puas
Beribu tanya menyelimuti akalku
Merasa ragu akan pandanganku
Melihatnya yang terbaring lesu
Laksana dedaun nan layu
Mah ...
Aku merasa sakit
Bak tersayat oleh arit
Semua begitu pahit
Ingin rasanya ku menjerit
Mah ...
Rindu ku kian meronta
Kapan kita kembali bersua ?
Bercengkrama mengundang gelak tawa
Bersama-sama menepis setiap luka
Mah ...
Atmaku selalu pilu
Kalbuku selalu sendu
Hariku menjadi kelabu
Tanpamu aku layaknya debu
Namun, Mah ...
Kendati daksa kita terpisah
Dimensi ruang telah berubah
Jasamu akan selalu menjadi sejarah
Yang tak akan pernah musnah
Wajahmu yang berseri
Kan selalu terukir dalam sanubari
Dekapanmu yang hangat
Akan selalu tersirat
Tutur katamu yang lembut
Membuat semua luka terbalut
Belaian jemarimu yang halus
Menepis duri hingga pupus
Syukur ku tiada tara
Pada sang penguasa alam raya
Telah hadirkan ibu terhebat
Melebihi wanita-wanita yang ada di jagat
Komentar